Jakarta, 26 Agustus 2026 — Borderline Personality Care Indonesia (BPCI) digandeng sebagai partner dalam kolaborasi riset kesehatan jiwa bersama STAND Indonesia dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). Kolaborasi ini membuka peluang strategis bagi BPCI untuk terlibat langsung dalam pengembangan riset kesehatan jiwa berbasis bukti di Indonesia, khususnya yang menyentuh isu Borderline Personality Disorder (BPD) — kondisi yang kerap berkelindan dengan gejala kecemasan (anxiety) dan depresi.
Bagi BPCI, kemitraan dengan STAND Indonesia dan CISDI ini bukan sekadar seremoni belaka. Kolaborasi riset kesehatan jiwa semacam ini membuka akses BPCI ke jejaring peneliti nasional dan internasional, memperkuat basis data dan bukti ilmiah dalam advokasi kebijakan kesehatan jiwa, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya program intervensi yang lebih tepat sasaran bagi komunitas Borderline Personality Disorder di Indonesia. Lewat kemitraan ini, isu BPD yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam wacana kesehatan jiwa nasional berpeluang lebih dikenal luas, baik di kalangan akademisi, pembuat kebijakan, maupun tenaga kesehatan di lapangan.
Diseminasi Riset PKJS: Titik Temu BPCI dengan Peneliti Nasional dan Internasional
Momentum kolaborasi riset kesehatan jiwa ini terjalin dalam acara diseminasi riset bertema Perawatan Kesehatan Jiwa Sederhana (PKJS), yang digelar Rabu, 26 Agustus 2026, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta. Dalam forum tersebut, BPCI berkesempatan berdialog langsung dengan dua peneliti yang menjadi motor di balik riset PKJS: Prof. Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D., peneliti dari Indonesia, dan Prof. Helen Brooks, peneliti dari United Kingdom.
Dari perbincangan tersebut, BPCI dan tim STAND Indonesia sepakat menindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan untuk membahas kolaborasi riset PKJS secara lebih konkret — termasuk peluang mengintegrasikan perspektif Borderline Personality Disorder ke dalam model perawatan kesehatan jiwa sederhana yang tengah dikembangkan.
BPCI Perluas Jejaring lewat Booth Informasi di Acara STAND Indonesia
Selain terlibat dalam sesi diskusi riset, BPCI turut membuka booth informasi selama acara STAND Indonesia berlangsung. Melalui booth ini, BPCI berkesempatan berbincang dan membangun relasi dengan sejumlah figur di sektor kesehatan jiwa, di antaranya Kak Rofi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dr. Iqbal dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Jamal dari Kementerian Kesehatan RI, dan Kak Dinar dari Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia.
Tak hanya dengan unsur pemerintah dan akademisi, BPCI juga memperluas jejaring kolaborasi dengan sesama organisasi masyarakat yang bergerak di isu kesehatan jiwa, yaitu Into the Light, Mother Hope Indonesia, dan Grief Talk. Pertemuan ini membuka ruang bagi kemungkinan kerja sama lintas komunitas di masa mendatang, mengingat isu-isu yang diusung masing-masing organisasi — mulai dari pencegahan bunuh diri, kesehatan jiwa ibu, hingga dukungan bagi penyintas kehilangan — saling beririsan dengan pengalaman yang dihadapi komunitas Borderline Personality Disorder.
Langkah Positif bagi Advokasi Borderline Personality Disorder di Indonesia
Bagi BPCI, keterlibatan dalam forum STAND Indonesia ini menjadi penanda penting bahwa isu Borderline Personality Disorder mulai mendapat tempat dalam ekosistem riset dan advokasi kesehatan jiwa nasional. Kolaborasi dengan STAND Indonesia dan CISDI diharapkan menjadi pintu masuk bagi penelitian yang lebih komprehensif mengenai BPD, sekaligus memperkuat posisi BPCI sebagai mitra strategis dalam mendorong layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.


Add a Comment